Translate

Showing posts with label motor. Show all posts
Showing posts with label motor. Show all posts

Wednesday, 12 November 2014

Rangkaian Daya Motor 3 Fasa : Perbedaan Rangakaian Star - Delta


Rangkaian star dibentuk dengan menghubungkan terminal u2, v2, w2 menjadi satu 
sedangkan untuk delta u2 terhubung ke v1, v2 ke w1 dan w2 ke u1

Rangkaian Daya Motor 3 Fasa : Forward - Reverse


Untuk membalik putaran motor 3 fasa cukup mudah yaitu dengan membalik salah satu fasa-nya saja sebagai contoh pada gambar rangkaian tersebut yang dibalik adalah S dan T.

jika yang dibalik adalah R dan T atau R dan S apakah akan berputar reverse? jawabannya Ya.

jika yang dibalik ketiganya menjadi S R T maka motor akan berputar forward.

Karakteristik Motor 3 Fasa Star - Delta

Pada penggunaan motor-motor 3 fasa sering kita dengar istilah starting star-delta atau bintang-segitiga, tentunya timbul pertanyaan mengapa perlu dibuat demikian?, kenapa tidak star saja atau delta saja kan lebih simpel?

Tentunya ada beberapa alasan kenapa dibuat demikian berikut kita bahas singkat kedua karakteristik motornya

Kita ambil contoh motor 3 fasa 120KW

karakteristik jika dihubungkan Delta/Segitiga



karakteristik jika disambung Star/Bintang



perbandingan star dan delta


Setelah kita amati dari grafik dapat dilihat karakter dari masing-masing mode motor dari motor Delta untuk torsi memang lebih besar tetapi pada saat starting konsumsi arusnya + 7 kali dari ketika kontiyu sedangkan motor Star nilai torsinya relatif lebih kecil akan tetapi konsumsi arusnya hanya + 3 kali saja sehingga dapat dikurangi untuk efek drop daya listrik ketika starting motor



sumber

Semoga bemanfaat, Terimakasih

Thursday, 27 March 2014

Motor DC

Motor adalah alat yang merubah energi litrik menjadi gerak, secara struktur motor dengan generator sama, hanya saja konstruksinya dibuat berbeda mengikuti fungsinya digunakan dimana motor itu.



1.      MOTOR ARUS SEARAH
       jenis rangkaian motor DC sama dengan generator DC yaitu :
a.      Motor penguat terpisah
Adalah motor yang memiliki lilitan penguat medan magnet terpisah dengan rangkaian kelistrian motor tsb, dan lilitan penguat tersebut disuplai dengan sumber tegangan sendiri.
b.      Motor penguat sendiri
Adalah motor yang lilitan penguat medan magnetnya disambung dengan rangkaian kelistrikan motor. Jenis motor penguat sendiri yaitu :
1. Motor shunt motor yang lilitan penguat medan magnetnya disambung parallel dengan lilitan jangkarnya.
2. Motor seri motor yang lilitan penguat medan magnetnya disambung seri dengan lilitan jangkarmya.
3. motor kompon yang lilitan penguat medan magnetnya disambung seri dan parallel dengan lilitan jangkarnya.

c.       Daya dan Efisiensi motor
Besarnya daya-daya pada motor dapat dicari dengan rumus:
Pin = V . I
Pa = Ea . Ia
Pout = Pa - Pint+ges T 2π n/60
Pint+ges = Ea . Ia (saat beban kosong)

efisiensi motor sebagai berikut :
ηmot = Pout/Pin

d.      Besarnya GGL induksi motor
Besarnya GGL induksi pada lilitan jankar data ditentukan dengan rumus:
Ea = P.Φ.(Z/A).(n/60) = k.Φ.n/60

e.       Torsi Motor
      Besarnya torsi motor adalah T = P/(2π n/60) Nm

   Pengawatan motor DC
a.       Motor shunt



b.      Motor seri



c.       Motor kompon panjang


d.   Motor Kompon pendek



Karakteristik Motor DC

1.      Grafik n = f(I) motor shunt, seri kompon panjang
      pada analisis ini motor kompon pendek tidak kita bahas karena karakteristiknya menyerupai kompon panjang


dari grafik dapat kita lihat bahwa motor shunt memiliki putaran yang cenderung tetap meski beban dinaikkan, sedangkan motor kompon panjang dan motor seri putarannya turun seiring naiknya arus/besar beban. hanya motor seri mengalami penurunan yang drastis ketika beban motor semakin besar

2.      Grafik ηm = f(I) motor shunt, seri kompon panjang


untuk efisiensi motor seri konstan dan paling baik, sedangkan motor kompon panjang dan shunt nilai efisiensinya smakin baik jika beban motor semakin besar (dengan ketentuan sampai beban maksimum motor)


semoga bermanfaat
terimakasih atas kunjungannya