Translate

Showing posts with label relay. Show all posts
Showing posts with label relay. Show all posts

Thursday, 20 March 2014

Aplikasi Relay : Rangkaian Pengunci (Self Holding)

Aplikasi dasar utuk relay adalah mengontrol nyala dan matinya relay. Yang perlu kita tahu pada aplikasi relay antara lain yaitu komponen pengontrolnya. Pengontrol paling dasar adalah saklar dan tombol.

perbedaan saklar dan tombol adalah pada mekanismenya, saklar punya dua kondisi mantap yaitu, akan mengunci atau tetap pada suatu keadaan dan akan berubah jika ditekan dan akan berubah jika ditakan kembali. sedangkan tombol hanya punya satu kondisi mantap saja tergantung tipenya yaitu NO atau NC, jadi tombol akan berubah kondisinya jika kita tekan saja sedang jika kita lepas maka akan kembali ke posisi awal.

perbedaan simbol saklar dan tombol :

perbedaan mendasar dari keduanya adalah saklar memiliki pengunci sedangkan tombol tidak. dalam aplikasinya tombol lebih sering digunakan dibandingkan dengan saklar jadi kita akan langsung membahas tentang tombol dan untuk rangkaian saklar kita bahas sedikit saja, mengapa bisa demikian karena pengambangan rangkaian dengan tombol akan lebih mudah dan dinamis.

berikut contoh rangkaian sederhana ON dan OFF relay

1. perbedaan sifat dasar saklar dan tombol >> lihat pada gambar

gambar 1. S (saklar) dan T (tombol) serta K1 dan K2 (relay)

gambar 2. tombol T dan saklar S ditekan K1, K2 ON (warna merah merupakan aliran arus listrik)

gambar 3. setelah keduanya (S dan T) dilepas S tetap mengunci (S adalah saklar)

2. membuat pengunci untuk relay
    agar sebuah tombol dapat memiliki sifat seperti saklar maka diperlukan rangkaian pengunci yaitu dengan menggunakan kontak NO dari relay dan diparalel dengan tombol >> lihat gambar

gambar 4. rangakian

gambar diatas antara kontak dan relay dismakan namanya utuk menandakan bahwa kontak relaynya merupakan milik relay K2

gambar ketika tombol T ditekan
gambar ketika T dilepaska

pada gambar diatas setalah tombol T dilepaskan relay K2 tetap menyala mengapa dapat terjadi demikian karena ketika relay K2 aktif kontak K2 juga akan aktif maka arus akan tetap lewat meskipun tombol dilepaskan dan inilah yang disebut rangkaian pengunci relay dinamakan demikian karena sifat dari kontak adalah mengunci keadaan

3. menambah tombol untuk mematikan 
pada gambar diatas apakah relay dapat dimatikan selain mencabut sumber? jawabanya tidak. maka kita perlu menambah sebuah tombol untuk mematikannya yaitu tombol NC, karena untuk mematikan maka drangkai seri >> lihat pada gambar

jadi stelah rangkaian menyala untuk mematikannya cukup menekan tombol OFF saja.

kita dapat menggunakan software untuk perancangan dan simulasi sistem relay ini, yaitu Fluidsim.
untuk software fluidsim dapat di dowload disini

sekian dulu,
untuk cara pengguanaan fluidsim akan kita bahas di post berikutnya.....selamat belajar

Wednesday, 19 March 2014

Dasar Kontrol Elektromagnet : Relay

Elektromagnet merupakan gejala kemagnetan atau timbulnya sebuah medan magnet dari adanya gejala listrik dari situlah kemudian banyak sekali aplikasi elektromagnet dalam kehidupan sehari-hari.
Elektromagnet berasal dari kata elektro dan magnet atau dengan kata lain berarti magnet yang berasal dari listrik.

Elektromagnet pertama kali ditemukan oleh orang berkebangsaan Inggris bernama William Sturgeon (1783 - 1850) sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/William_Sturgeon. Dan sejak ditemukan sampai hari ini banyak sekali alat - alat yang kita gunakan berbasis dari elektromagnet. mungkin ada yang tau beberapa contohnya? ya beberapa diantaranya adalah speaker, mikrofon, relay, motor listrik, generator, dsb.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang kontrol elektromagnet khususnya untuk aplikasi relay. relay atau disebut juga kontaktor atau juga magnetikkontaktor atau apalah merupakan alat yang memanfaatkan elaktromagnet untuk menggerakan switch atau saklar. saklar ini digunakan untuk menghubungkan dan memutus arus listrik.

Pada dasar kelistrikan relay disimbolkan sebagai berikut :


relay memiliki 2 bagian pokok yaitu koil dan kontak. pada simbol di atas koil disimbolkan berbentuk kotak dan yang bersimbol seperti saklar merupakan kontak. ada 2 jenis kontak pada relay yaitu NO (Normally Open) yaitu kontak yang posisinya terbuka pada keadaan normal/tidak aktif dan menutup jika relay aktif, serta yang satunya adalah NC (Normally Close) yang merupakan kebalikan dari ontak NO.

berikut gambar dari bagian relay secara umum :
gambar ketika relay tidak aktif

gambar ketika aktif (koil menarik kontak)


berikut gambar macam - macam relay :
gambar relay/kontaktor untuk pengontrol daya besar 

gambar relay/kontaktor untuk pengontrol daya besar

gambar relay untuk kendaraan (otomotif)

relay biasa

relay untuk daya sedang (biasanya untuk kontrol mesin)

itu uraian sedikit tentang relay pada kesempatan berikutnya akan dibahas mengenai pengaplikasianya